Sang Menantu Tak Sudi Berhenti, Terus Membesarkan Memekku Sampai Aku Merintih. Si Mertua Yang Mengejeknya Kini Jadi Pelacur Yang Ditunggangi Dan Ditembaknya Tanpa Ampun.
Suspirava Que Minha Cunhada Era Uma Vadia, Mas Na Cama Do Meu Irmão Ela Se Entregou Toda, Até O Cuzinho Ela Me Deu, A Safada.