Siang itu kelelahan benar-benar menyapaku. Dari arah pintu masuk aku berjalan perlahan dengan pandangan mata hampir tak berkedip ke arah receptionist itu. Bokep China ana
dibalik kertas itu dia meninggalkan nomor telephon rumahnya. Petugas hotelnya kebetulan 2 orang wanita. “mas mau makan dimana ?” kudengan suara Sari yang sekamar dengan Noni. (beberapa office boy malah sudah hapal dengan pilot-pilot yang selalu menanyakan foto ‘artis’ baru di hotel itu…heh…heh…biasaqa…) Dan sementara ketiga “rekan’ kerjaku sudah menuju kamar masing-masing aku kembali ke mobil sebentar mengambil tasku yang tertinggal. Sedang Sari dan Noni tampak kelelahan duduk di belakang mobil yang mengantarkan kami ke hotel tempat kami biasa beristirahat. “makasih, sibuk ya?” “belum” “banyak tamu” “biasa mas” “nanti ngobrol yuk” “ini juga ngobrol” katanya “Temen kamu mana ?” “ke pantry” ……mukanya memerah….jengah kali.. “Ya udah, kamu buka sedikit deh kamarnya, aku naik ke lantai dua, kalo sepi aku langsung masuk kamar deh…” katanya










