Hatihati dengan pisaunya. Bokeb Tangannya yang mencengkeram pantatku tibatiba menekan lebih keras. Mbak udah jatuh gitu masih juga dipukuli tanyaku sambil mengernyitkan dahi. Wanita tadi duduk agak jauh di sampingku. Air yang mengguyur tak kami hiraukan.Aku mulai menjelajahi pinggul bulatnya. Apalagi tadi di terminal akku sempat mengerahkan tenaga dalamku. Satu tangan Ratih mengeluselus punggungku. Aku lihat wajahnya. Mbak mau tidur sekarang? Aku hidupkan TV, sambil duduk menonton, aku hisap rokok dalamdalam. tanyaku pelan. Ada AC dan air hangat. Dikucekkucek matanya lalu duduk. Nafas kami tidak beraturan. Kuambil satu bantal, aku letakkan di kakinya. Aku hisap kuatkuat daging kecil itu. Sambil menggendong tubuhnya, aku angkatangkat. Mungkin tulang rusuk yang retak atau tulang kaki yang retak. Mungkin mbak belum makan makanya pusing. seseorang dari antara mereka berteriak lalu seorang lagi tibatiba menendang dengan cepat ke arah kepalaku.




















