Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Bokep Japan “Ya sudah, kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,” jawab isteriku. berember-ember. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya merebak.*******Sepekan sudah aku ke luar kota. Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu.




















