“Lucu yah Ryo, kalau ingat dulu kita sering dikira pacaran”, katanya di tengah obrolan. Katanya lagi, komentar-komentar saya sering mengejutkannya, dan membuatnya tidak bisa berhenti untuk tertawa. Sex Bokep Segala macam rasa yang pernah kami rasakan, seakan kami tumpahkan pada sebuah ciuman yang dalam. Kudongakkan perlahan dagunya, masih sempat terlihat olehku bagaimana Revy memejamkan kedua matanya, sebelum akhirnya kucium bibirnya penuh perasaan…..Kami berdekapan dan berciuman erat, larut dalam galau emosi dan kerinduan yang sekian lama tak terkatakan, bahkan dalam bilangan tahun sekalipun. Semakin sering kita jalan, ada sesuatu yang mulai mengikat perhatianku kepadanya. Pikirku toh dia sudah menemukan cinta sejatinya dan sebentar lagi akan menikah. Sesak rasanya nafasku demi mendengar semuanya. “What do you mean with different feelings?”, balasku tak kalah kagetnya. Sunyi senyap gelap, hanya desahan nafas kami berdua yang sedang dihanyutkan cinta. Saya hanya mampu memandanginya saja. “Ryo…..ini kamu?




















