(Buah dadanya putih karena ketika berjemur tertutup BH, jadi seperti bikini line tampaknya).“Jay, iku.. Bokep Mama Jay, mo okii na.” (Jay sakit, kebesaran tuh) Kiko terus merintih, sepertinya kesakitan betul. Kucabut si Jendral yang disambut protes wajah Kiko yang merengut. Jemari halusnya menyelinap di antara celah pantatku dan sekali-kali menggenggam si Jendral yang mulai berontak terkena siksaan.Anyway, sementara itu, saya yang memang terasa mabok berat, hanya bisa ngelus-elus kepala dan mencengkeram rambut merah Kiko. Hehehe.TAMAT Hehehe.TAMAT Sambungan dari bagian 1Kembali ke Kiko, mungkin karena melihat si Jendral yang tegap, tinggi dan gagah, dia jadi sangat bernafsu, atau mungkin juga khas cewe Nippon kalau oral suka liar seperti itu kali ya. Jelas-jelas lagi enak. Dia langsung menyedot dan mengulum bibir bawahku. Memang cewek Jepang biasanya walaupun liar tetapi kalau dalam kenyataannya pemalu, pemalu artinya tidak dapat banyak batang kejantanan (rea kanjeut).




















