“abang kok tega kali merekam suara Ramah, untuk apa bang ?, abang wartawan ya ? Tubuhnya yang mungil dan cantik di terpa angin yang kencang. Bokep Jepang aku mau cerita lebih jauh lagi ama abang. Ramah kupeluk, kusayang, akhirnya Ramah mengalah memberikan rekamannya. Ramah bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya pada penulis pada pukul 4.30 Wib sampai pukul 7.30 pagi. aku tunggu Ramah tidak ada kawan, cepat donk bang. Roni menarik tangan Ramah sambil mengecup kulit tangan Ramah yang halus penuh dengan arti dan kasih sayang yang tidak bisa dituturkan. Ajakan ini tidak disangka Roni kalau Ramah langsung menyetujuinya. Rupanya abang wartawan pantasan abang mulai dari tadi ngebut kali mendengar kisah Ramah kenapa terjun kedunia malam”.Ramah yang dari tadi nakal, kontan langsung terdiam dan membelakangi aku.




















