Pikiranku sangat pendek, hatiku yang sangat sedih membuatku ingin bunuh diri. “Dreeekkk…” suara pintu yang terasa agak keras, seperti sudah jarang dibuka. Bokep Jilbab/Hijab Ranjangnya ada dua, tapi yang satunya kosong, aku yakin ini adalah kamar Rianti dan adiknya, Dini. Samar-samar ku lihat hanya tumpukkan benda yang tak jelas, Mamat pun menyalakan senter yang dia bawa untuk memastikan isi kamar ini, dan ternyata kamar ini digunakan sebagai gudang atau tempat menyimpan barang tak terpakai. Dini kaget sekali dan terjatuh ketika bra nya terlepas dari tubuhnya, ia berusaha menutupi susu nya dengan kedua tangannya. “Jangan macam-macam kalau mau selamat…” bisikku di telinganya dengan nada serak. Ternyata mereka ke sana adalah dengan tujuan mempertemukan Rianti dengan pria yang telah dijodohkan orang tuanya. Ku lihat dia memang Dini, wajahnya juga cantik seperti Rianti, badannya saja yang lebih mungil. “Duit dari mana mat? “Pesta kok tak ajak-ajak?” kata Mamat yang telah selesai




















