Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah… mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Bokep Arab Oh… ternyata dia bersama tantenya Rosa yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Rosa. Ah… masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya. ouhhhhhh”“Enak, Baaaangg….”“Iya sayang…. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.Pagi sekitar pukul 9 wib, baru aku terbangun dari tidur. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor.“Siapa?” tanyaku“Duhhhh… kan cuma kita berdua di rumah ini, bang” jawabnya.“Oh iya, ada apa, Sa…?” tanyaku lagi“Bang, lampu di kamar aku mati tuh”“Cepatan dong!!”“Oo… iya, bentar ya” balasku




















