Jika aku tak salah, hampir tiga jam lamanya hujan turun, dan hampir tiga jam kami berpelukan menahan dingin. Penny’ku masuk ke ‘Ms. Bokep Japan ” Lumayan sayang ?!” sahutku setengah berbisik. Tak kalah pula dia mengocok-ngocok ‘Mr. Tapi apa yag terjadi ? Esoknya kami memutuskan untuk berkemah sendiri dan mencari lokasi yang tak akan mungkin dijangkau mereka. Aku memberikan kalung emas bermata zamrud kepada Anisa. “Kenapa?” tanya Anisa” Maaf Nisa ? Penny’, dia kan belum nikah ? Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Tanganku mulai merogoh ‘Ms. Ku usap airmata tulus Anisa. Sudah tiga kali aku ” keluar” karena tangan Anisa selalu memainkan ‘Mr. Romantis sekali tempat kami itu. Kami tak peduli lagi dengan dinginnya malam, gatalnya semak-semak. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Dalam hari-hari yang kami lalui kami hanya makan mi instant










