Saya mendongakkan kepala, merem melek dan mengerang-ngerang. Bokep SMA enaknyaa.. Mencuci muka, sikat gigi, dan menyisir rambut, seolah-olah sudah sangat akrab dengan saya. Saya tersipu malu. Saya membuka mata dan susah payah mengangkat kepala melihat ke arah dada saya. Dengan lembut juga ia melepaskan kaitan BH di punggung saya. Pak Smith juga tak kuasa melakukan apa-apa untuk menolong saya, karena dua orang preman tinggi besar itu memperhatikannya terus. Saya tersipu malu, menyadari bahwa ‘tongkrongan’ saya memang terkesan tertutup, saya juga pendiam dan tidak banyak bicara. Tapi jika kantor-kantor kecil seperti kantor saya ini telat membayar tagihan, mereka akan melakukan hal-hal yang diluar perikemanusiaan.




















