Aku geleng-geleng kepala, ada rasa marah, kesal. Tedy gak akan membocorkannya ke siapa-siapa kok !”,
“Tedy tahu semuanya ?”, kata kak Dewi tiba-tiba. Bokeb Kulihat kak Dewi masih menindih batal guling. Sementara kuperhatikan tangan kak Dewi nampaknya mengelus-elus pinggang kak Sinta, tidak kelihatan memang tapi gerakan-gerakan dari balik selimut menunjukan hal itu. Kemudian bergeser, perlahan. “Nih buruan, sarapan dulu !”, kak Dewi yang kemudian menyuruhku sarapan, sementara mereka sendiri telah selesai. Tapi aku gak berani. susah makannya, di masakin ini-itu…!”,
“Bohong kak ! Akhirnya tak urung kak Dewi menuruti kemauanku. Ayo makan rotinya !“, kata kak Dewi sambil menuangkan air putih mengisi gelas dihadapanya, lalu meneguknya perlahan.




















