Masih boleh kok. Bokeb Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Mana bisa. Aku segera
pulang. Dia tidak melarang. Kerjanya membersihkan dan
membereskan rumah Pak Rochim yang tidak terlalu besar, mencuci pakaian,
dan memasak. Sampai
saat ini masih kuingat. Jahat, masak cuma dia yang boleh
tahu hal-hal semacam itu. nggak mungkin, nggak mungkin aku ngompol! Sapto! Saat aku kembali ke kamar, Kak Tina menggodaku. Lalu berkata, “Baiklah. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Dia suka membaca. Saat itulah kurasakan puting susu Kak Tina
mengelus punggung tanganku. “Berdiri sebentar, Sapto”. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu.




















