“ Halo..? Bokep Tante ” katanya manja lalu melepaskan sergapanku. Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat badanku dan lebih sedekit. ”
Kemudian akupun bergegas untuk merapikan diri dan bersiap keluar dari salon itu. Angkot melaju. Ada sekat-sekat, tidak tertutup sepenuhnya. Haruskah kujawab sapaan itu ? Aku perhatikan dia sejak bangkit hingga turun. Ke bawah lagi: Turun. ” dia mendesah keras. . Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Sampai dia selesai mengelap bagian belakang selangkanganku dan berdiri. Aku menggelepar. “ Mau pijit lagi..? Anggap saja tdiap-tdiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Angkot bergerak pelan, aku masih melihat ke arahnya, untuk memastikan ke mana arah wanita itu.




















