Aku cepat benamkan wajahku ke rimba indah itu. Bokep Crot Dik.. ampuunn.. Pasti dia melihatku walaupun tadi kulihat baru sepintas. Dan dari balik mataku yg masih setengah merem melek menanggung kenihkmatan gairahku kulihat sama-samar Hamidah, jeng Tutik, Bu Hartati, Dik Karsih, Bu Denis, Bu Ani. Menyimpang dari rutinitas, menyimpang dari kebiasaan, menyimpang dari adat, etika dan moral dan harus juga berani nyerempet-rempet bahaya. Spermaku langsung loncat tak tertahan membasahi bumi pertiwi. Kulihat dia mondar mandir sebelum waktunya untuk nyapu, sepertinya dia men-cek tempat aku biasa duduk. Mereka menahan air liurnya sambil menapatap ke arah sarungku.Duhh.. crot.. Sini, Hamidah.. kemaluanku kembali tegang mengeras. Aku menarik nafas panjang. Kali ini aku ngintip dari jendela.




















