“Tapi nes, aku merasa sangat bersalah…” aku tidak sempat minta maaf pada Agnes karena dulu aku pernah di-opname di rumah sakit dengan waktu yang cukup lama dan ketika itu Agnes sudah berangkat ke luar negeri.“Sudahlah man, kalau kamu bahas lagi, jangan harap aku mau bicara denganmu lagi…” aku pun terdiam melihat Agnes cukup serius tidak mau mengungkit masa lalu. Cepat-cepat ku tutup pintu dan tidak mau tahu suara langkah siapa itu, paling-paling pembantu rumah tangga yang terbangun untuk ke toilet.Sedikit capek, jadi aku baringkan badanku di ranjang empuk kamar ini, tidak henti aku masih memikirkan apa yang aku lihat tadi. Bokep Twitter “Aku tak mau kau merusak persahabatan kita lagi…” jawab Agnes yang kembali ceria ketika John telah kembali membawa seorang anak perempuan.“Ayo, panggil om…” Agnes menyuruh anaknya memanggilku.




















