Dia kaget dan bertanya padaku, “Sas kamu masih murni…?”.Aku cuma mengangguk dan diapun tersenyum. Dia mendekatiku, membuka lebar-lebar pahaku sehingga dia dapat melihat lubang vaginaku yang masih murni dan berwarna kemerahan. Bokep Dia menatapku seperti menelanjangi diriku, aku tertunduk malu. Pada tanggal tersebut aku sangat senang sekali.Paginya aku dipanggil untuk Interview di perusahaan tersebut. Jawabanya sunggguh membuat aku bahagia sekali yaitu aku dijadikannya pegawai tetap.Pukul 15.00, sekaranglah waktunya pikirku. Tapi setelah aku dan Pak NS semakin akrab dalam arti pembimbing dan yang dibimbing dalam PKL ini. Akupun menuju ke ruangan Pak NS. Dia kaget dan bertanya padaku, “Sas kamu masih murni…?”.Aku cuma mengangguk dan diapun tersenyum. Aku diam saja dan cuma bisa meringis. Namun Pak NS berkata lagi, “Kamu nggak usah malu”. Aku menjerit tertahan setelah alatnya terasa memasuki vaginaku.




















