Dan di stand itulah saat itu aku tersadar sudah terpisah sendirian dari temen-temenku.. Bokeb Ciecie akan kasi liat kemampuan ini mobil supaya bisa bilang-bilang sama Papa, ya?”Dan seorang pria muda berdasi yang berdiri tidak jauh dari kami tersenyum lebar mendengar ucapannya itu sambil mengacungkan ibu jari. aku kasi Ciecie tiga ratus deh..” aku merengek..Dia malah tertawa, “Kamu ini mesti anak orang super kaya.. Tapi kulihat Cie Lena cuek aja, malah mengerdipkan sebelah matanya padaku.Kami menuju pelataran parkir luar dimana sebuah mobil serupa dipamerkan –dan nampaknya bisa dicoba. aku kan pengin liat.. Hai, perkenalkan.. Aku perhatikan kamarnya sangat rapi, mirip seperti kamarnya Ci Sian. Bless.. bandel, ya?!” candanya dengan senyum menggoda. Gerakan Cie Lena berhenti.. Sedang kakak perempuanku yang kedua, Sandra, yang biasa dipanggil Sandra atau Apin, baru masuk SMA dan usianya 15.




















