Bahkan aku sampai tertawa sendiri. Aku memang tak mengerti dgn kekecewannya. Bokep Family Seperti ada denyutan yg hangat. Bahkan aku tetap tak peduli meskipun Lidya menggeser duduknya hingga hampir merapat dgnku. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Dia tersenyum-senyum. Dan jarak umur antara kami cukup jauh juga. Aku memang tumbuh menjadi anak yg manja. “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Dia masih melingkarkan tangannya ke leherku. Setengah mati Bapak dan Ibu membujuk serta menghiburku. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yg kini sudan polos.“Ayo dong, jangan diam saja..”, bisik Lidya disela-sela tarikan napasnya yg memburu. Hubunganku dgn Lidya memang akrab sekali, meskipun tak bisa dikatakan berpacaran.Seperti biasanya, setiap hari Sabtu sore aku selalu mengajak Bobby, anjing pudel kesayganku jalan-jalan mengelilingi Monas. Namun aku diam saja, malah menatap wajahnya yg cantik dan begitu




















