Ya sudah aku terima saja, mungkin ini takdirku mesti begini.Oh, iya perlu diketahui oleh rekan-rekan pembaca, aku ini orang pribumi asli. Bokep Montok Yang akhirnya kutahu dia pakai parfum produk Lancome. Waktu itu yang menerima cewek (wah suaranya oke punya!), tapi waktu itu aku tidak peduli mau cewek, mau cowok pokoknya yang ada dalam pikiranku barang itu harus ada secepatnya. Ah… cuek saja. Karena aku tidak sabar, akhirnya kutelepon ke suppliernya. Benar lho, aku tidak mengarang!Puas menciumi susunya, terus aku turun ke perutnya. Umurnya beda setahun di bawahku. Kuciumi lagi, sejak tadi tanganku belum bergerilya, paling memegang tangannya. Pokoknya the show must go on!Besoknya, pagi-pagi dari kantor kutelepon ke kantor dia, yah.. Walaupun aku telah merawaninya hari Minggu itu, tapi hubungan kami belum bisa dianggap sebagai pacaran. Kuciumi pinggangnya, sambil jeans-nya kutarik pelan-pelan ke bawah. Tapi aku belagu saja, seperti yang sudah sering ke situ.



















