setengah jam berlalu dalam keheningan, dan listrik belum juga menyala. Vidio Porno cuma Tangannya yg terus bergerak, meremas, dan sesekali menyentuh dengan lembut puting payudara Novi dengan jarinya. “Arghhh Ton,,, Ton..” Novi meracau dengan desahan nafasnya yg semakin tak beraturan.. Pikiran Novi kembali menerawang kepada sosok calon suaminya. “Iya Mas, kok tau? Malam semakin larut, dingin, karena langit terus mencurahkan air matanya sejak sore tadi, ditambah lagi ruangan itu ac menyala sedari pagi. Novi memeluk pemuda itu erat. Lelaki yg sebenarnya sudah lama dia kenal, tapi baru bisa dia dengar suaranya saat proses lamaran tepat 1 minggu sebelum Novi berangkat ke Jakarta untuk bekerja pada sepupunya pemilik warnet ini. Novi melirik jam di ujung kanan tampilan monitornya, sudah jam 3 dini hari.Novi mulai merasakan kantuk menyerangnya, matanya mulai berat, tapi mengingat kewajibannya, dia tetap berusaha untuk menahan rasa kantuk itu.




















