Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Selera makanku mendadak punah. Bokep Barat Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Air mataku jatuh tanpa terasa. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dug! Namun apa yang terjadi? berember-ember. Tapi Abi kan manusia biasa. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.“Ummi… Ummi, kapan kamu dapat memasak dengan benar?




















