“Boleh dong, gue juga nyicip, Stell?” tanya Dio. Bokep Ojol “Ngng… nggak usah, Yud.” Tolakku. Stella langsung masuk, aku tak punya pilihan lain selain mengikutinya. Tanpa menunggu jawaban, Agam memeluk pinggangku, aku kaget, namun sebelum protes, tangan Feri sudah menempel di pahaku yang terbungkus celana selutut, sementara pelukan Agam membuatku mau tak mau berbaring di dadanya yang bidang. Terny-ata mereka telah mengangkat kaosku sampai sebatas dada. Begitu melihat kami, mereka langsung berteriak girang, “Eh, ada cewek!! “Nanti aja, deh. Untuk yang terakhir itu, aku memang cukup pede. “Lo berdua mau bantu, nggak? Tapi ditahan Roni. Berbeda denganku yang menjerit ketakutan, Stella malah kelihatan keenakan dipeluk-peluki dari berbagai arah oleh cowok-cowok yang mulai kegirangan itu.“Jangan!” teriakku saat Rio mencium pipi, dan mulai merambah bibirku. Sementara Ben menjilati leherku dan tangannya mampir di dada kiriku, meremas-remasnya dengan gemas sampai aku ke-gelian.




















