“Baiklah, ayo naik” kataku memperbolehkan.Wajahnya segera menyungging senyum, dia menaikkan pinggul sexynya ke atas jok motorku. Bokep Tante Jadilah aku berdiri di lantai sementara Marlene merangkak membelakangiku di atas ranjang mirip doggy style. Dia lalu merangkulkan kedua tangannya di leherku, mendekapku dengan erat. Tanpa disuruh lagi dia segera mengulum batangku, dua tanganku menjambak rambutnya supaya kepalanya tetap diam. “Bukunya sudah kukembalikan ke perpustakaan seminggu lalu” jawabnya tanpa rasa berdosa. Gila.., lunak dan kenyal sekali. “Tunggu Erik, aku mencintaimu!” Jeritnya.Aku terhenti dan berbalik, apa katanya, aneh sekali. Segera kunyalakan motor kesayanganku.“Pegangan ya” kataku. Tiba-tiba aku dikejutkan olehnya..“Stop-stop, ya di ujung jalan itu” perintahnya.Kami lalu berhenti di sebuah rumah yang agak besar tepat di ujung jalan buntu. Perlahan-lahan dia memajukan wajahnya mendekati wajahku, kami berciuman. Mana mungkin”Tiba-tiba dia menangis, perasaanku jadi berubah melihatnya menangis seperti itu.“Kau memang jahat Erik, kau sama sekali tak ingat padaku?” Tak ingat?




















