Masa belum apa-apa udah mau pulang. Aaahh…!” aku berteriak-teriak keras ketika orang itu menyodokkan jari telunjuk dan jari tengahnya sekaligus ke dalam kewanitaanku yang masih sempit itu, setelah celana dalamku ditanggalkannya. Bokep Mama Dengan ganasnya, ia meremas-remas gumpalan pantatku yang montok. Tapi, “Plak!” Ia menampar pipiku dengan keras, membuat mataku berkunang-kunang. Jangan, Rio! Ia hanya memandangi kewanitaanku yang belum banyak ditumbuhi bulu sambil menelan air liurnya. Lalu ia menjalankan mobilnya ke sebuah motel yang tidak begitu jauh dari tempat itu.Setiba di motel, temanku memapahku yang terhuyung-huyung masuk ke dalam sebuah kamar. Seperti mendapat kekuatanku kembali, segera kutampar wajahnya. Memang rasanya kepalaku sudah mulai tidak sakit lagi. Gelitikan-gelitikan lidahnya pada ujung puting susuku membuatku menggerinjal-gerinjal kegelian.




















