“Paling-paling nggak ada lagi”, pikir Tedy sambil menyerahkan resep obat yang dicarinya kepada pegawai apotik itu, seorang wanita berumur 30-an.“Silakan tunggu dulu, saya carikan”, ucap wanita itu dengan sopan.Dia mencek dengan komputernya, lalu masuk ke ruangan berdinding kaca transparan yang terlihat penuh laci obat, keluar lagi dan terus masuk ke ruangan tertutup. saya percaya kok”, sindir wanita itu.“Kalau nggak percaya boleh dicoba!”, tantang Tedi.Dengan wajah yang memerah dan tersenyum, wanita itu membuka pintu apotik lalu masuk kembali setelah membuang puntung rokoknya, meninggalkan Tedi seorang diri. Bokep Jepang Matanya yang agak sayu mulai menatap wanita yang sibuk di counter apotik itu, sementara itu pegawai pria yang tadi sudah tak terlihat lagi.Dalam hati Tedi mulai berdialog dengan dirinya sendiri untuk menghilangkan kebosanan, “Kalau diperhatikan cewek itu cakep juga ya, rambutnya hitam panjang, kulitnya sawo matang, wajahnya mirip siapa?




















