Papa menyemprotku habis-habisan setelah mendengar ceritaku, tubuhnya bergetar menahan amarah, mama membelaku dan terus menghiburku. Bokep Tobrut Jujur, aku memang iri pada adegan panas Pak Hendro dan Eva tadi dan ingin juga merasakannya, mungkin itu yang membuatku tak melarikan diri padahal kesempatan ada.“Pak…jangan gitu ah…” kataku gugup. Dengan cekatan ia mendekap tubuhku dari belakang, tangannya kembali melingkari perutku. Gerakan Pak Hendro mulai cepat tak teratur dengan disertai kejang-kejang kecil. Tak lama ia berkata…“Puas banget malem ini, Non gimana?“ tanyanya sambil memilin putingku
“Saya juga puas banget Pak, ini rahasia kita aja yah Pak jangan ada yang tau” kataku
“Pasti lah Non, bisa gawat kita kalau ketahuan kan” katanya yakin, “kalau kita main sekali lagi masih pengen gak Non?”
“Boleh… siapa takut”, aku tersenyum nakal, kuakui nafsu seksku memang tinggi, kadang ex-boyfrienku pun kelabakan untuk memuaskanku, maka kini mumpung ada kesempatan aku juga ingin memuaskan diri apalagi setelah stress akibat pekerjaan.Segera kusesuaikan




















