Ada cairan putih di celana dalamku.Di kantor, aku masih terbayang-bayang wanita yang di lehernya ada keringat. Bokep Tobrut Napasnya tersengal. Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus. Kring..! Atau mau gunting? Di balik kain tipis, celana pantai ini ia sebetulnya bisa melihat arah turun naik Si Junior. Ia tepat berada di tengah-tengah. Ah sialan. Dan kubuka celana pantai. Keberuntungankah? Sambil menjawab telepon di kursi ia menunggingkan pantatnya.“Ya sekarang Sayang..!” katanya. Ia memulai pijitan. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Tapi kakiku saja yang seperti memagari tubuhnya. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Tapi masih terhalang kain celana. Mbak Wien merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawab telepon. Inilah kesempatan itu. Ah masa bodo. Seakan sengaja memainkan Si Junior. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Kini ia pindah ke paha, agak berani ia masuk sedikit ke selangkangan.




















