Nita memberikan senyum, dibalik degup degup jantung yang tak henti henti.Serius doong! Senyumnya terkias dan dihelanya nafas panjang panjang.Okee…!! Bokeb Ia tidak ragu ragu dan langsung bangkit dari tempat duduknya.Bagaimana dengan bapak tadi,kalau ketahuan apa tidak apa apa…?Fachdat tersenyum.Sebenarnya aku sudah bisa membawa wanita kerumah ini. Kemudian ia merebahkan tu-buhnya disisi sang istrinya itu.Sebaiknya papa tidur di kamar saja…. Dia lebih ganteng dari Bahri. Yainilah ukuran konol Fachdat…ya….. Bumi dan langit sudah menjadi saksi bagi mereka berdua. Mudah-mu-dahan, bisa sembuh, aku hanya turut men-doakan….! Ia tampak lemas dan serasa ingin lekas lekas tidur.Kalau begini sebaiknya, mama tidur saja… kata Bahri kemudian setelah memperhatikan wajah istrinya yang tak bersemangat itu. ujar bertanya dengan sikap keheranan.Akh….tidak! Ditemuinya Bahri menyambutnya dengan wajah berseri Tak sedikitpun menamankan kecurigaan.Bagaimana sakitmu….? Bahri tak banyak tingkah lagi, seketika saja ia menuruti apa yang diperintahkan Nita. Dia pasti memaklumi semuanya ini…. kata Fachdat. ujar bertanya




















