“Apakah aku akan memuaskan syahwatku atau tidak?” pikirku sampai ketiduran di dipanku yang berkasur busa. Sisa uang kutabung dan sebagian kukirim ke desa. Bokep Family Sedangkan para prianya membawa beberapa botol dalam kardus. “Ini buat kamu,” ia menggenggamkan 50 ribuan ke tanganku. Tapi apakah ini namanya masih “pemerkosaan” kalau aku sendiri juga menikmatinya? Film porno pasti! Aku semakin bingung karena yang semula kuanggap pemerkosaan atas diriku sekarang sudah berganti jadi kebutuhan dan kenikmatan. Untuk pencegahan kehamilan selama ini aku memang sudah rutin minum pil kb sesuai anjuran teman kostku dulu. tapi nanti malam lagi ya, Nul? bisa mati kalau saya nggak istirahat dulu,” kataku lemah kepada yang terakhir menyebadaniku. Aku menggeleng menolak. Edan tenan! Dosa siapa? Hubungan seks sudah jadi kebutuhan dan makananku sehari-hari. Bimo membuka pintu sedikit lalu kepalanya tengok kanan-kiri.




















