Tiba-tiba Evi teriak, meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Setelah keringat kami mengering, Evi pun menggandeng tanganku menuju Kamar mandi. Bokep Arab aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe.




















