Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Bokep Cina Aku benci dengan suaminya. Di kampus, sebenarnya ada seorang gadis yang perhatiannya padaku begitu besar sekali. Linda ikut berbaring di sampingku. Tapi nggak mau dirayakan. “Bobby”, sahutku tetap dengan nada bangga.Tante Maya meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Bahkan aku tidak protes ketika Linda mengunci pintu kamar dan melepaskan bajuku. Terasa begitu hangat sekali hembusan napasnya.“Linda..”Aku tersentak ketika Linda melucuti pakaiannya sendiri, hingga hanya pakaian dalam saja yang tersisa melekat di tubuhnya. Linda bersama Mamanya yang usianya mungkin sebaya dengan Ibuku. Tidak ada yang istimewa. Seakan-akan dia tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Keharuman yang tersebar dari tubuhnya tidak membuatku bergeming.Linda mengambil tanganku dan menggenggamnya. Semakin dekat saja jarak wajah kami. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herman, suaminya Mbak Indri. Suasananya sepi-sepi saja. Dan kebetulan sekali aku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup




















