Hari yang melelahkan. Bokep HD Lima menit aku terbengong-bengong sendiri. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Kangen? Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. Akhirnya aku meledak. Buat mereka life style seperti ini murah bukan main. Matahari pagi begitu terik. Itu yang ada di otakku. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Entah aku yang terlalu cerdik atau dia yang terlalu tolol. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. Serong kiri kanan, cari di luaran. Dicemberuti oleh si Indri. Dan teringat Felly. Di Carport.




















