Sudah sering kudengar tentang hal ini dari canda teman-temanku. Film Porno Kutepis lengannya. Hey, seleramu lembut juga. Ia tersenyum menatapku, lalu jemarinya bergerak menuju kancing-kancing bajunya. Pandanganku tak beralih sedikitpun dari wajahnya yang tersenyum. Ia melepaskan tangannya. Emosi dan nafsuku campur aduk. Cepat-cepat kualihkan pandanganku. Aku terbangun dengan tubuh tertekuk, telanjang dan pegal, mendapati dirinya tak ada di sampingku. Kutepis lengannya. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Ia mirip omong kosong angin yang berlalu setelah menghembus di sisi wajahku. Masih kudengar ia tertawa di belakangku. Ia lalu meraih leherku, melingkarkan kedua betisnya di pinggangku. Gerakan tubuhnya yang menempel di tubuhku, aroma wewangian dari kulitnya.




















