sshhh..” “hah? Film Porno susumu indah banget, Sum…,” kataku. Seolah gak kusengaja, saat dia melorotkan tubuhnya, dan tanganku mulai sampai di wilayah toketnya, kusempatkan utk sedikit meremasnya. “Ngomong apa sampeyan itu mas…” “Lho, ya ngomong soal suami istri… kan udah tau sama tau urusan itu kan…?” kataku. Sambil menunggu kontolku mengecil, tetap saja kutancapkan di meki Sumi sambil terus meremas-remas toket idamanku…. Bik Sari, begitulah biasa kami memanggil penjual telur itu. Dan mulailah ritual pijit memijit, walau sebenarnya cuma mengelus dan mengusap… hehehehe… Karena kuatir Bik Sari curiga dengan kepergian Sumi, aku bertanya, “kamu tadi pamit ke mana sama bik Sari?” Sumi menjawab, “aku pamit pulang.” “o, ya sudah.




















