Kami menjadi lebih sering keluar hanya berdua saja. Namun tidak ada kelembutan dalam suaranya yang seperti biasa. Bokep Tobrut Kan masih polos waktu itu.”Dia membelokkan mobilnya kearah yang tidak seharusnya jika hendak mengantarku pulang.“Lalu, sekarang gimana nih kalian berdua. “Kita dimana nih?”Fung beringsut mendekat. Sementara Fung mungkin menyesali apa yang dilakukannya, aku lebih memikirkan mengapa aku sebegitu lemahnya jika berhadapan dengannya. Ini bukan hanya terjadi sekali ini saja. Sementara Fung mungkin menyesali apa yang dilakukannya, aku lebih memikirkan mengapa aku sebegitu lemahnya jika berhadapan dengannya. Sambil menciumiku, dia bergerak dengan penuh irama. Dia menghargaiku, dan aku menyukainya. Hanya ‘having fun with friend’ aja, kurasa.”
“Beneran nih?” tanyanya menantang. Beberapa kali di kamar kostku, di toilet restoran tempat kami singgah untuk makan malam, di closed-cyber yang biasa kami kunjungi.




















