Jam 9 malam. Bokep Korea Manis juga. Aku terkejut.Ternyata itu bukan kaki anak kecil. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Sedikit bergelombang. Tubuhku aku condongkan sedikit ke depan, dan kemudian aku bergeser ke arahnya. 4 hari sebelum pernikahanku. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga aku bisa merasakan tekstur renda BHnya. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Aku terus menggerakkan jariku. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. “Nuwun nggih mbak.”Aku duduk menunggu. Bakalan lama nih. Kemudian memandang ke arah dia. masih terpejam. ya iyalah, baru juga pemanasan. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal.




















