Aku terdiam sambil mengingat-ingat kondom yang biasa aku bawa dan aku simpan di dompet.Aku pun bangun dari ranjang dan meraih celana ku yang tergeletak di lantai. Bokep SMA Niken hanya menganggukan kepala. Aku pun mengangguk sambil menarik Niken ke ranjangnya yang tidak terlalu besar namun cukup untuk pergumulan kami berdua. Ku masukan terlebih dahulu tanganku ke dalam celananya. Niken tidak bersuara, hanya mulutnya yang terbuka dengan mata terpejam. Meski begitu, aku belum merasakan ingin mencapai klimaks. Sekitar 5 menit aku memberikan pelayanan terbaikku di vagina Niken, ia menekan kepalaku agar semakin dalam di vaginanya dan berteriak keras.“AAAARGGGGGGHHHH, AKU KELUAR ARGGHH MASSSSS!” Terasa beberapa semprotan cairan kenikmatan dari vagina Niken menyembur keluar dan langsung ku lahap sambil habis. Jangan massssss, jangannnn….” Desah Niken menerima perlakuanku. Aku yang masih berkendara diatas motor menuju rumah pun bergegas mencari tempat berteduh.










