“oohh…”, dari mulutku keluar kata tersebut. Dengan sekuat tenaga ia tekan kepalaku ke dadanya. Bokep China Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Gita langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku.“Gita sayang sama Iwan”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu matanya terpejam sambil terus memelukku. Eeiittss…, ternyata aku juga cari kelas itu…, lalu aku jawab, “mm…, saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk”.“Saya Gita” dia sebut namanya duluan. “Oke…, kita cari losmen sekarang…, gimana?”, tantangku gantian.“Siapa takut…”, jawabnya tidak mau kalah juga. Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata, “Wan, disini ajah…, kayaknya losmennya bagus tuh”.“Deg!!”, jantungku terasa berhenti. Tubuhku terasa sudah tidak kuat lagi berdiri. Aku langsung di dorongnya.




















