Penonton terhenyak melihat ukurannya dan berdecak kagum. Gi-gila! Bokep Montok Tukul langsung keringetan. Saya bisa begini juga karena bekerja dari nol, kesuksesan ini adalah hasil dari kristalisasi keringat! Kapan lagi dia bisa dekat dengan Tamara? Dia sudah siap meninggalkan panggung, tapi beberapa orang sekuriti menahan Tamara. Jangan kumohon demi kehormatanku, jangan membuatku lebih terhina dari ini, Mas. Sudah kepalang tanggung, Tamara mendengus kesal.Jangan malah bengong begitu, ayo ke sini! Tunggu aksi Tukul mengupas artis-artis cantik lain dengan lebih dalam lagi walaupun dalam balutan lelucon wong ndeso yang sederhana dan katro. Itu upahnya buat istri katro! Tetes air mata yang menitik di pipi Tamara sempat dizoom olehnya.




















