Tubuh Frans menggelinjang nikmat menghantar semburan-semburan sperma yang kembali memenuhi liang vagina Andina.Kemudian kedua tubuh itupun jatuh lemas tak berdaya, deru nafas mereka berpacu membahana mengakhiri adegan pembuatan filem porno itu. Film Porno Kini lidahnya yang mulai bermain, masih dengan obyek sasaran selangkangan Andina. “J…ja..ngan paakk…jjangann..perkosaa saya…”,pinta Andina dengan suara yang tergetar. Segera kawanan crew pembuatan filem itu membereskan peralatan mereka dan merapikan diri.Waktu menunjukkan pukul 12 siang, merekapun meninggalkan ruangan itu dan pergi meninggalkan tubuh Andina yang masih tergeletak tak beradaya, rumah itupun kembali sunyi sepi. Lidah Ayung mulai menyapu-nyapu gundukan kemaluan Andina, dijilat-jilatinya bagian tubuh yang amat pribadi bagi Andina itu.“Aaakkhhh….” mulut Andina menganga badannya menegang keras ketika lidah Ayung masuk dan menjilati liang vaginanya. “Selasai…!” Frans mengacungkan jempolnya. “Terimakasih mas… Tapi pemotretannya jangan lama-lama yah mas soalnya aku mau ada interview dengan majalah Femina”, ujar Andina. Ukurannya tidak terlalu luas hanya sebesar 10 x 10




















