Suara Leni semakin melemah.“Pak.. Bokeb Kemudian Leni kelihatannya mau mengerti dan dia berjalan kembali ke kamarnya.Keesokan harinya dia mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya, manyapu, mengepel dan lain-lain. Aaagghh!! Umurnya pada saat baru kerja denganku baru 17 tahun dimana dia baru tamat SMP dan tidak mampu lagi untuk meneruskan sekolah karena kondisi keluarganya yang sangat memprihatinkan.Di usianya yang masih belia dia harus menghidupkan keluarganya dan adik-adiknya. Arrghh”wajahnya yang putih polos berubah menjadi merah seperti udang rebus. Di telinganya kubisikan.“Len aku sayang sama kamu, kalau kamu mengijinkan aku untuk memberikan kebahagiaan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya aku akan memberikannya.. Suaranya yang halus dan mendesah terus mengucapkan.“Leni takut pak, Leni takut”.Namun gerak tubuhku terus menggeliat di tubuhnya.“Tenang Len Kamu aman bersama aku”.Lalu kuhinggapkan bibirku di di bibirnya yang tebal, kuhisap lembut bibir bawahnya, sembari aku mainkan lidahku di mulutnya.




















