Aku tersetrum. Ia tidak bercerita apa-apa. Bokep Asia Hap. Membuatku tidak berani. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Tapi tidak apa-apa toh tipuan ini membimbingku ke ‘alam’ lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Kuusap sisa cream. Ah.., wanita yang lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberanianku.“Buka bajunya, celananya juga,” ujar wanita tadi manja menggoda, “Nih pake celana ini..!”Aku disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi. Hap.“Mau pijit lagi..?” ujar suara wanita muda yang kemarin menuntunku menuju ruang pijat.“Ya.”Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Wajahku mulai panas. Lihat saja ia sudah separuh berlutut mengarah pada Junior. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Lalu pijitan turun ke bawah. Si Junior melemah. Aku tidak tahan. Karena itulah, tidak akan hadir kesempatan ketiga. Mendadak jari tanganku dingin semua.Wajahku merah padam.




















