Aku pun mengajak turun Winny menuju tempat penginapan kami.“Om, dingin sekali ya, Om dingin nggak? Aku kenal kok sama ketua panitia kegiatan ini” godaku pula.Mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum malu.“Nggak usah lah yau, nanti ndak lupa daratan” sahut mereka berdua hampir bersamaan.“Oke, kalau gitu selamat jalan, dan sampai jumpa” aku berkata demikian sambil melambaikan tangan. Bokep SMA Masih muda sekitar 25 tahun, belum kawin katanya, namun sudah punya pacar.“Pacarku itu lho Om (begitu dia panggil saya) yang antar aku ke sini tempo hari”.“Oh, yang antar kamu tempo hari to Win” sahutku.Hari-hari selanjutnya semakin akrab aku memanggil dia dengan panggilan Win, dan dia memanggilku dengan Om.“Kok, panggil aku Om, gimana sih?” godaku.“Gini Om, soalnya dari perkenalan kemarin, Om umurnya sudah sebaya dengan umur Pak Lik atau Paman saya, jadi ya kupanggil saja Om. Pelan tapi pasti Winny pun segera kupeluk dengan lembut dan ternyata hanya diam saja.“Dimana Om,?




















