“Halo..?” nada suaraku terdengar penuh emosi. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? Bokep Arab “Ray.. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. Kulihat payudaranya yang membusung dan putingnya yang terlihat menggoda. “Kamu ada masalah apalagi dengan Enni?”
“Biasa, sifat kekanak-kanakannya belum mau hilang.”
“Ya sudahlah, tadi dia nangis telpon aku..”
“Lalu? umm.. Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. ahh.. ah..” Nia masih mengerang-erang di bawahku. Ah, Nia.. ahggh.. pikirku saat itu. Sip, pikiranku mulai bergerak cepat dalam kondisi setengah sadar. ahggh.. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. gimana sih.. “Ray.. Namun aku masih sangat muda dan miskin pengalaman saat itu, bahkan dengan keseringanku menonton film blue aku masih tidak dapat melakukannya. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku. Menyandarkan tubuhku di tembok di sebelah rak buku, dan membiarkan orang-orang memandangku dengan




















