Pertama kali bertemu tentu aku sangat canggung, bagaimanapun aku ingin tetap menghargai Nurshanti sebagai isteri pertamaku, namun wanita bernama Dina itu sungguh memiliki karakter yang komplemen dengan Nurshanti.Jika Nurshanti berwajah lembut dan keibuan, Dina berwajah agak nakal dengan gaya yang seronok. Bokep Gila, aku jadi “on” lagi. Dari balik kaosnya itu aku bisa membayangkan ukuran buah dadanya bisa mencapai 36C, berbeda dengan Nurshanti yang cuma 34A.Melihat Dina yang sangat menggairahkan itu ingin aku langsung menyetujui kalau Dina menjadi isteri keduaku, namun demi menjaga harga diri isteriku, aku pura-pura santai saja. Gila, aku jadi “on” lagi. Dina yang juga sudah dibakar birahi semakin tak malu memintaku untuk berpindah ke buah dada yang satunya.Isteriku tidak tampak cemburu, bahkan jelas kulihat ia jadi bernafsu lagi melihat aku mencumbu Dina. Aku sih tak ambil pusing dengan itu.Suatu hari ketika pulang kantor, aku akhirnya dipertemukan isteriku dengan calon pilhannya.




















