” Mang Supri menuntun Mamet menjauh dari tubuhku yang tergolek diatas meja,.sebelum mang Supri menurunkan-ku kebawah,..mengambil lampu senter di meja, menggantinya dengan lilin kecil yang ditaruh dipojok ruangan,” Non, saya sudah pegang kartu non, jadi jangan coba-coba buka mulut, kalu gak mau saya permalukan,.. Namun Mang Supri bangkit kembali merengsek maju, ditariknya rambut-ku,.. Bokep Mama ” Tanya-ku penuh tanda Tanya, aku melangkah masuk perlahan, kulihat di balik tumpukan dus-dus ada cahaya,..aku berjalan mendekatinya, betapa terkejutnya aku dengan apa yang kulihat kemudian,..Mang Supri dan Mamet, sedang duduk di kursi yang terpisah oleh sebuah meja Tua, diatas meja ituada sebuah senter sorot dan sebuah Bong, Mang Supri tampak sedang menyalahkan Bong itu,..” Mang Supri,.. ” Aku meringis kesakitan,.. “,” Bagus donk jadi non tutup mulut ya,.. ” Aku langsung bersiap-siap pulang,..” Mau dianter Jo ?? ” Oh iya Jo, jangan lewat belakang, lewat depan aja gelap loh, ngeri kalo sendirian,










