“I Pay..”Cuma segitu? tiba-tiba..Srr.. Bokep indo Dan aku pikir dia puas dengan jawaban itu. Bless.. Badanku rasanya pelan-pelan terbakar oleh perasaan geli-geli yang menjalar yang dingin..Lalu ia semakin mempercepat gerakannya. “Maen petak umpet?”
Aku menggeleng tak sabar, “Bukaan. “Enak kan ‘maen’ sama Ciecie..?”Aku.. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”Aku sangat malu. Sedang kakak perempuanku yang kedua, Sandra, yang biasa dipanggil Sandra atau Apin, baru masuk SMA dan usianya 15. udah keliatan belon?”
aku terkaget-kaget di tempat duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”dia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata pelan, “..celana dalemnya ciecie..”nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku saat itu ditembak langsung begitu.. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..“Kamu boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kamu, abis kamu




















