Rasanya Tedy gampang terangsang deh !”, kubuka mataku, keterkejutan nampak diwajah kak Dewi. Bokeb Ujung bantal itu ditutupinya dangan langerie. Huh ! Tuh dikomputer hapus-hapusin gambar gambar jelek kayak gitu !”,
“Bisa juga sih…, kalau masturbasi bahaya enggak sih kak?”, aku kembali melontarkan pertanyaan yang mengagetkannya. aku sungguh panik. Seperti kebiasaannya kalau bikin susu ia pasti hanya minta setengah gelas. Kini tubuh kak Dewi tak berbalut selembar benangpun, sebagaimana aku. Namun tiba-tiba terlintas dibenakku, “kok sesore ini kak Dewi sudah tidur ?”, lalu setengah iseng perlahan aku mencoba mengintip kak Dewi didalam kamar melalui lubang kunci. Tanpa busana sehelaipun !!! tapi jangan penuh-penuh yah !”,
“Ok !”, lalu aku pergi ke ruang sebelah. Akupun bergegas menghabiskan sisa makananku. Seminggu berlalu, setiap hari rasanya aku menjadi tambah bejat. “Tedy…!”, kembali terdengar ketukan. Dan makin lama makin membara. Akhirnya kulepaskan.










