Aku sakit sekali dan ingin rasanya bunuh diri, tapi tiba-tiba aku teringat dengan kebahagiaan yang pernah kualami 10 tahun lalu bersama Kak, sehingga aku bertekat untuk menemui Kakak dengan harapan kalau-kalau kebahagaian dan kasih sayang itu masih bisa kunikmati kembali sebelum aku meninggalkan dunia yang fana ini. Tapi sudahlah semua itu adalah takdir yang harus kita terima. Bokep Korea “Teman wanita atau pria?” tanyanya penbuh kekhawatiran. Aku lalu ke Banjarmasin dan tinggal di rumah sepupuku. Sayang nasib yang memisahkan kita sehingga kita tidak berjodoh. Kemudian kami aku lanjutkan bersama mamanya di lantai cucian sumur tua di tengah sawah. “Saya ada di Wisma Mariana kamar no.7 kutunggu sekarang, ada sesuatu yang penting saya bicarakan dengan kamu dan..” jawabnya, lalu saya tutup telepon sebelum ia selesaikan bicaranya.Setelah aku duduk kembali meneruskan makan di depan istriku, nampaknya istriku sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui penelpon dan peristiwa yang dimaksud tadi.




















